Loading... Please wait...

Toko Baju Online Aurora - Jual Busana Muslim, Baseball Tee, Sweater, Kaos/T-Shirt, Dress


Our Newsletter


Customer Care

Line ID: auroraku.com
SMS/WA: 0857-7722-8383

Waktu Layanan:
Senin - Jumat: 09.00 - 16.00
Sabtu: 09.00 - 15.00
Hari Minggu/Besar Libur

Admin 1
Admin 2
Sort by:

Busana Muslim

  • Pages:
  • 1
  • 2

  • Pages:
  • 1
  • 2

 

Baju Gamis, Taat Tidak Selalu Berarti Menjemukan

Gamis tradisional adalah jubah hitam polos yang pakai oleh sebagian besar perempuan Muslim di dunia untuk menutup pakaian biasa mereka. Baju gamis ini dapat dideskripsikan sebagai lengan panjang (jubbah) seperti pakaian, dan tahukah Anda ternyata ini adalah bentuk pakaian tradisional untuk banyak negara di semenanjung Arab, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sebagian besar Negara-negara di Timur Tengah. Di Iran, gamis disebut juga sebagai chador, sedangkan di Asia Selatan biasa dikenal dengan nama burqa.

Lalu, bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Sebelum masuk ke perkembangan gamis di Tanah Air, ada baiknya kita simak dulu asal mula gamis dan beberapa cerita menarik tentang pakaian yang satu ini.

Seperti yang telah tertanam dalam benak orang (tak hanya di Indonesia) dan yang telah disinggung sebelumnya, baju gamis berasal dari Timur Tengah atau tanah Arab yang menjadi pakaian sehari-hari di sana. Namun sebenarnya, pakaian yang mereka gunakan terdiri atas tiga bentuk, yaitu gamis, abaya, dan juga tunik. 

Mari kita bahas satu per satu tentang tentang definisi ketiganya. Bukan hanya sekadar menambah pengetahuan Anda, tapi nantinya bisa jadi digunakan sebagai referensi saat membeli dan menggunakan busana muslim yang tepat, baik, proporsional, dan tentu saja akan memaksimalkan penampilan Anda.

Dimulai dari gamis itu sendiri. Gamis sejatinya adalah bentuk pakaian panjang longgar yang bisa dipakai oleh kaum laki-laki mau pun kaum hawa. Namun, tentu saja gamis laki-laki dan wanita memiliki perbedaan serta karakteristik tersendiri. Jika gamis wanita cenderung berwarna dan bentuknya lebih feminim, sedangkan gamis laki-laki umumnya hanya berwarna hitam atau putih, serta bentuknya yang lurus dan memanjang ke bawah. Hal ini memudahkan bagi kaum laki-laki agar tetap dapat melaksanakan sholat lima waktu kapan pun dan dimana pun selama mengenakan gamis ini.

Sedangkan Abaya dalam bahasa arab disebut “aba” yang berarti terusan panjang bermodel longgar dan hanya dirancang khusus untuk dipakai kaum wanita saja. Inilah yang sebenarnya sedang populer di kalangan wanita, khususnya para hijaber di Indonesia. Untuk yang satu ini, kita akan bahas di bawah nanti ya. 

Nah, lain hal lagi dengan yang namanya Tunik. Sebenarnya tunik adalah baju dengan desain longgar, menutup dada, lengan dan juga punggung. Ukuran panjang tunik hanya sebatas pinggul dan lutut. Jadi bisa juga disebut sebagai baju atasan yang panjang.

Berdasarkan penjelasan di atas, sebenarnya gamis yang berkembang di Indonesia adalah abaya. Namun, kemungkinan pengucapan kata gamis nampaknya lebih familiar atau bahkan lebih luwes dibanding kata abaya. Dengan demikian, orang Indonesia lebih terbiasa melihat model pakaian abaya dengan sebutan gamis. 

Baju gamis atau Abaya sejatinya adalah jubah berwarna hitam yang biasa dipakai oleh wanita di Timur Tengah. Abaya biasanya dikenakan saat keluar rumah atau tampil di muka umum. Pemakaian abaya adalah sebagai pelaksanaan dari perintah Allah kepada wanita untuk menutup aurat. Abaya biasanya hanya berwarna hitam. Hal ini dikarenakan warna hitam dikategorikan sebagai warna yang mati atau warna yang tidak mengandung unsur menarik, terlebih apabila abaya yang digunakan lebar, sehingga tidak mengundang perhatian dari lawan jenis kepada wanita Arab. Di Negara-negara Arab (di Indonesia pun ada yang demikian), biasanya Abaya dilengkapi dengan niqab (cadar), yang tak lain adalah pasangannya. 

Perkembangan Gamis di Indonesia

Di Indonesia sendiri busana Abaya berwarna hitam tidak begitu populer alias kurang disukai. Meskipun hitam adalah warna yang disukai di beberapa Negara, perempuan Muslim pada umumnya dapat memakai warna apa pun yang mereka suka selama itu tidak menimbulkan perhatian yang berlebihan. 

Budaya di negara kita, yang sudah melekat sejak jaman dahulu menggunakan "kebaya" hingga akhirnya saat masuknya agama Islam dengan membawa ajaran untuk kewajiban menutup aurat bagi kaum wanita, secara perlahan “harus” menggeser cara berpakaian terdahulu. Namun, bukan orang Indonesia namanya jika tidak melakukan modifikasi. Keterampilan atau pun kreativitas masyarakat kita memang patut diacungi jempol.

Indonesia yang cenderung Bhinneka Tunggal Ika, selalu bisa menyesuaikan apapun dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali dalam berpakaian pun bisa menyesuaikan. Perempuan Muslim sering memakai pakaian berlabel dengan desainer dari luar negeri. Untuk menutup aurat, muncul busana-busana muslimah yang syar'i namun tetap modis. Dari pemerintah, baik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau organisasi berbasis agama Islam pun tidak mewajibkan para muslimah Indonesia untuk mengenakan gamis berwarna hitam. Dengan demikian, sesuai dengan judul tulisan ini, yang taat tidak selalu berarti menjemukan.

Seiring dengan berkembangnya, berbagai macam jenis dan model gamis di Indonesia sangat beragam. Berwarna warni dengan berbagai renda dan hiasan. Ada pula yang lembut dengan bahan yang tetap nyaman saat digunakan. Islam itu indah dan sejatinya tidak mempersulit para pemeluknya. Sehingga tetap bisa menutup aurat dan mulai beralih ke gamis ala Indonesia.

Mulai Memilih Hijab

Saat Anda akan memutuskan untuk menggunakan hijab, tidak perlu khawatir dengan paradigma yang menganggap bahwa hijab adalah old fashion style, kolot, menjemukan, dan sebagainya. Tidak! Hanya orang yang berpikiran sempit dan tidak kreatif saja yang beranggapan demikian. 

Nah, untuk itu Anda perlu mengetahui beberapa perangkat yang dapat digunakan seorang hijaber untuk dapat tetap tampil modis dan juga trendi. 

Untuk yang pertama adalah tentunya hijab itu sendiri. Lalu, seperti apakah hijab itu? Hijab berasal dari bahasa Arab yang berarti penutup. Ya, hijab adalah penutup bagi sesuatu yang indah, yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, hanya “seseorang yang indah” saja yang boleh melihat bagian terindah Anda tersebut.

Di Indonesia hijab lebih dikenal atau biasa disebut sebagai kerudung. Digunakan untuk menutupi kepala. Perlu diingat, yang ditutupi adalah kepala, bukan hanya rambut saja. Biasanya terbuat dari kain, ada yang berbentu persegi, atau persegi panjang yang mirip syal. Nah, hijab merupakan jenis pakaian yang paling mudah untuk dikreasikan. Cocok digunakan dengan rok yang membuat semakin feminim atau blazer bagi para pekerja kantoran. Tapi bukan berarti bagi para ibu rumah tangga tidak bisa menggunakannya. Untuk acara resmi seperti datang ke resepsi pernikahan atau menghadiri wisuda anak pun bisa.
Jangan tanya bagaimana menemukannya, sebab saat ini Anda bisa temukan hijab di mana saja. Terlebih lagi di Indonesia yang menyandang predikat sebagai sebuah Negara dengan penduduk muslim terbanyak, dan kini di Indonesia juga sedang semakin banyak pengguna hijab. 

Untuk perangkat kedua adalah kaftan. Jika Anda sering melihat televisi, pasti kenal dengan selebriti yang satu ini. Ya, dia adalah “Sang Princess” Syahrini. Bisa dibilang, artis fenomenal inilah yang mempopulerkan kaftan di Indonesia. Kendati kaftan sudah lama hadir, namun baru setelah beberapa selebriti yang menggunakan pakaian ini mulai ramai dan jadi bahan pertimbangan banyak wanita saat berbelanja pakaian muslim.

Kaftan sejatinya adalah baju muslimah yang lebar dan terkesan seperti jubah dengan hiasan renda atau border di bagian lehernya. Biasanya pada bagian tangan melebar dan bisa terlihat langsung menyambung dengan bagian tubuh tanpa jahitan, persis seperti sayap kelelawar. Busana muslim yang aslinya berasal dari Iran ini terkesan mewah dan glamor, sehingga sangat cocok dikenakan untuk berbagai acara resmi seperti menghadiri resepsi pernikahan, pengajian, pertemuan keluarga, arisan, hari raya Idul Fitri, dan lain sebagainya. Karena bentuknya yang tidak simpel, maka kaftan ini tidak terlalu cocok dipakai sebagai busana kerja atau busana santai. Kaftan biasa dipadukan dengan hijab atau kerudung dari selendang. 

Apabila dilihat dari latar belakang sejarahnya, asal usul kaftan sebenarnya berasal dari kerajaan Persia kuno. Baju semacam tunik ini kemudian menyebar ke beberapa wilayah seiring dengan perkembangan wilayah kekuasaan kerajaan Persia. Hingga kini, ada beberapa varian kaftan seperti Kaftan Maroko, Kaftan Turki, Kaftan Afrika Barat, sampai dengan Kaftan Rusia. Di Indonesia sendiri, kaftan sudah melebur ke dalam kebudayaan Indonesia sehingga memunculkan kaftan dengan bahan batik. Seperti yang telah disebut sebelumnya, orang-orang Indonesia memang benar-benar unik dan juga kreatif.

Sedangkan untuk yang ketiga adalah gamis itu sendiri. Jika dilihat sekilas, baju gamis ini hampir mirip dengan kaftan. Namun yang menjadi perbedaan mendasar dari baju muslim satu ini adalah bentuknya yang tidak terlalu lebar. Gamis biasanya memiliki hiasan di tangan atau pada bagian bawahnya. Jika kaftan biasanya berbahan lembut dan jatuh seperti Satin, Hicon, atau Siffon, gamis biasanya berbahan yang lebih nyaman digunakan seperti katun, spandek atau pun kaos.

Gamis terbilang lebih formal dibandingkan dengan kaftan. Kendati demikian, gamis cocok digunakan untuk bermain, tapi juga cocok untuk acara pesta. Bentuk variasi dari gamis yang cukup fenomenal di Indonesia adalah gamis dengan bahan dari kain batik.

Kira-kira, seperti itulah perangkat utama untuk berdandan dan bergaya ala hijaber. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menggunakan rok yang dipadukan atau dikombinasi dengan kaos atau kemeja untuk pergi bekerja misalnya. Selain itu ada juga yang namanya ciput, berfungsi sebagai dalaman kerudung yang nantinya akan membuat rambut lebih rapih dan tidak keluar dari sela-sela kerudung Anda.

Bukan cuma itu saja, ada juga manset yang digunakan untuk melindungi pergelangan tangan agar tidak terlihat. Jika baju Anda termasuk yang berlengan lebar sehingga membuat tangan terlihat, gunakan manset untuk melindunginya. Jangan lupa untuk menambah aksesoris lain seperti bros, yang bisa Anda padu padankan untuk menambah kesan indah.

Jadi, tak ada alasan untuk ragu lagi. Menggunakan jilbab sama sekali bukan tidak modis. Selain cantik, rapih dan terjaga, kita juga mendapatkan pahala ketika meniatkan untuk mengikuti perintah-Nya. Perkembangan fashion yang terjadi sekarang juga merambah ke busana muslim. Tingginya kreativitas dan kemauan para wanita hijaber untuk tampil makin sempurna membuat atmosfir busana muslim semakin “panas”. 

Bahkan, kini bukan hanya ada pameran busana musim panas, pameran busana musim dingin, tapi pameran busana muslim pun tak luput dari perhatian para pecinta fashion. Bukan cuma di Tanah Air, melainkan juga di kancah internasional pun demikian.